Rabu, 14 Januari 2015

Kebun, Sawah, Empang, dan Kali (Sabtu – 10 Januari 2015)



Ibarat pribahasa, sekali dayung dua tiga pulang terlampui. Setidaknya itu yang dilakukan kawan2 waktu gowes pada Sabtu (10/1/2015) lalu.  Kebun, sawah, empang, dan kali dapat terlampaui dalam perjalanan kemarin.

            Rute dimulai dari Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos—doeloe Kec Cimanggis sebelum pemekaran---, Kota Depok menyusuri sisi jalan tol Jagorawi kemudian masuk ke areal Emerald Golf menuju kawasan kebun singkong  milik warga, dilanjut persawahan, empang, lalu memotong Jalan Raya Tapos menuju ke arah kawasan tanah lapang yang masih milik Jagorawi Golf, Kabupaten  Bogor.

Sebelum menuju Jagorawi Golf, kita melewati lagi areal persawahan untuk menuju bibir Kali Cikeas. Di titik tentu, kami pun menyeberang sungai. Kebetulan debit kali tidak terlalu tinggi atau setinggi paha orang dewasa. Satu per satu kawan-kawan melintasi Kali Cikeas.

Usai perjalanan itu, kami rehat terlebih dulu di Warung Asem, dekat pintu tol Karanggan, Kab Bogor. Setelah menyantap makanan khas Sunda, perjalanan dilanjutkan pulang melalui kawasan Cikuda.

Oo iya yang ikut gowes Sabtu lalu di antaranya Mas Nur, Om Atrial, Mas Ghiri, Aki Slamet, Aa Dahlan, Arip, dan djoeniE …


Di tengah perjalanan sampai rehat tampak keakraban antara Mas Nur dan Om Atrial. Ini karena mereka ternyata satu angkatan di Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata RI), yakni angkatan 88 meski beda matra (TNI-AD dan Kepolisian). Memori-memori pun langsung dimunculkan di antara keduanya.

Dah dulu ya

djoeniE 
 



























































Selasa, 16 Desember 2014

Sisi Jembatan Cikuda Jembollll…(Sabtu-13 Desember 2014)




Terkejut, prihatin, miris, dan cuma bisa ngeliat. Itu kata-kata perdana ketika melihat sisi jembatan di sekitar Cikuda, perbatasan antara Kota Depok dengan Kabupaten Bogor yang jembollll. Lokasi persis longsornya struktur bangunan jembatan itu berada di Kab Bogor.

Sebagian pondasi jembatan yang melintasi Sungai atau Kali Cikeas tersebut sudah rusak. Kemungkinan besar akibat terjangan arus air sungai yang begitu kuat. Sisi pondasi jembatan semakin lemah dengan keberadaan sejumlah sampah mulai dari kayu, dahan-dahan pohon, dan sebagainya yang tersangkut di dinding jembatan.

Meski masih bisa dilintasi, tapi semoga saja jembatan tersebut bisa segera diperbaiki pemerintah setempat. Soalnya, kalau didiamkan saja, kemungkinan besar tidak lama lagi jembolnya jembatan akan merembet ke bagian pondasi yang lain. Apalagi musim hujan masih berlangsung sampai Februari mendatang.

Oo iya dalam perjalanan Sabtu (13/12/2014) lalu, cuma dilakoni tiga orang aja. Om Arief, Aki, dan djoeniE. Jalur yang dipake sebenarnya ngak jauh beda dengan perjalanan kemarin. Cuma alurnya diputer sampai istirahat dan makan di warung gado-gado kawasan Tapos, Depok. Rutenya tetep melintasi perkebunan rakyat, persawahan, nyeberang Kali Cikeas, dan sebagainya.

Sempet terjadi insiden kecil banget. Ketika itu, kita lagi istirahat di bawah Pohon Nangka di kawasan kebun singkong. Setelah mau gowes lagi, celana dan sandal gunung djoeniE kena benda lengket-lengket. Tadinya dipikir permen karet. Tapi sempet diraguin juga. Masa sih petani makan permen karet. Kayak Lupus aja wkwkwkw. Eh setelah itu, Aki bilang, yang lengket itu getah Pohon Nangka. Soalnya Aki juga kena getah itu.. sooo resiko lah kalo nongkrong di bawah Pohon Nangka, bisa kena getahnya…   

Dah yeee

djoeniE
  





























SERBA SERBI: Pak Tani dan Bu Tani Lagi Panen Padi (Sabtu-13 Desember 2014)